Saturday, January 28, 2012

Akhir Rasa Ini



Aku emang cinta kamu, tapi sejujurnya aku belum bisa menghapus dia dari hatiku.


Aku sedikit tersentak saat membaca pesan singkat darinya yang muncul di layar ponselku. Ada rasa sesak yang menggelayut di hatiku. Kuhela nafas sejenak dan mulai mengetikkan jawaban untuknya.


From : Me
Seberapa besar kau mencintainya ??

To : me
Kalau aku jujur, aku takut akan menambah rasa sakit hatimu.

From : Me
Terkadang kejujuran memang menyakitkan, tapi kebohongan akan terasa lebih menyakitkan pada akhirnya.

To : Me
Sejujurnya dari semua wanita yang pernah kucintai, rasa cintaku kepadanya lah yang paling besar. Dia wanita kedua yang kucintai setelah ibuku.


Air mataku menetes saat membaca pesannya itu. Aku tak lebih berarti daripada wanita itu di hatinya.
Don’t cry…” kataku dalam hati.
Segera kuhapus air mata yang menetes di pipiku. Kuambil ponselku dan mulai mengetikkan jawaban untuknya.


From : Me
I see.. She’s lucky girl I think, makasih udah mau jujur sama aku J

To : Me
Kenapa kamu bilang dia beruntung ?

From : Me
Karena dia mendapatkan apa yang ga bisa aku dapatkan

To : Me
Aku udah ungkapin perasaanku ke dia.

From : Me
Ohh.. congrats ya..

To : Me
Congrats buat apa ?

From : Me
Kamu udah berhasil bilang ke dia. Siapa tau kamu juga bisa memenangkan hatinya..

To : Me
Memenangkan? Aku ngelakuin ini untuk kamu. Biar aku bisa cepet hapus dia dari hati dan pikiranku.

From : Me
Menurutmu apa aku bisa menggantikan dia ? Apa hatimu bener-bener bisa menempatkan aku di posisi dia yang dulu ?

To : Me
Untuk malam ini pasti ga bisa. Tapi seiring berjalannya waktu mungkin bisa.


Kalau menurutku aku ga mungkin bisa gantiin dia. Hatimu ga akan bisa menempatkan aku di posisi dia. Karena aku tau, mencoba melupakan orang yang kita cintai itu sama susahnya dengan mencoba mengingat orang yang ga pernah kita kenal sebelumnya.
Jadi lebih baik aku mundur daripada harus nunggu kamu berhasil melupakan “wanita beruntung” itu. Maaf atas segala luka yang mungkin pernah kugoreskan dihatimu. Dan terimakasih karena kamu pernah mewarnai langit-langit hatiku meski hanya sejenak. Makasih kamu pernah menguatkan aku di saat-saat sulitku. Makasih atas semua luka yang kau beri. Aku udah memaafkanmu dan aku akan mencoba melupakan kamu. Aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Karena ada orang-orang hebat disekelilingku yang selalu mendukungku.

Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu          
Tak mungkin ini tetap bertahan

Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan itu

Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu

Lepaskan segalanya..
Lepaskan segalanya..

( Menghapus Jejakmu – Peterpan )

No comments:

Post a Comment