Aku emang cinta kamu, tapi sejujurnya aku
belum bisa menghapus dia dari hatiku.
Aku
sedikit tersentak saat membaca pesan singkat darinya yang muncul di layar
ponselku. Ada rasa sesak yang menggelayut di hatiku. Kuhela nafas sejenak dan
mulai mengetikkan jawaban untuknya.
From : Me
Seberapa besar kau mencintainya ??
To : me
Kalau aku jujur, aku takut akan menambah rasa
sakit hatimu.
From : Me
Terkadang kejujuran memang menyakitkan, tapi
kebohongan akan terasa lebih menyakitkan pada akhirnya.
To : Me
Sejujurnya dari semua wanita yang pernah
kucintai, rasa cintaku kepadanya lah yang paling besar. Dia wanita kedua yang
kucintai setelah ibuku.
Air
mataku menetes saat membaca pesannya itu. Aku tak lebih berarti daripada wanita
itu di hatinya.
“
Don’t cry…” kataku dalam hati.
Segera
kuhapus air mata yang menetes di pipiku. Kuambil ponselku dan mulai mengetikkan
jawaban untuknya.
From : Me
I see..
She’s lucky girl I think, makasih udah mau jujur sama aku J
To : Me
Kenapa kamu
bilang dia beruntung ?
From : Me
Karena dia
mendapatkan apa yang ga bisa aku dapatkan
To : Me
Aku udah
ungkapin perasaanku ke dia.
From : Me
Ohh..
congrats ya..
To : Me
Congrats
buat apa ?
From : Me
Kamu udah
berhasil bilang ke dia. Siapa tau kamu juga bisa memenangkan hatinya..
To : Me
Memenangkan?
Aku ngelakuin ini untuk kamu. Biar aku bisa cepet hapus dia dari hati dan
pikiranku.
From : Me
Menurutmu
apa aku bisa menggantikan dia ? Apa hatimu bener-bener bisa menempatkan aku di
posisi dia yang dulu ?
To : Me
Untuk malam
ini pasti ga bisa. Tapi seiring berjalannya waktu mungkin bisa.
Kalau
menurutku aku ga mungkin bisa gantiin dia. Hatimu ga akan bisa menempatkan aku
di posisi dia. Karena aku tau, mencoba melupakan orang yang kita cintai itu
sama susahnya dengan mencoba mengingat orang yang ga pernah kita kenal
sebelumnya.
Jadi lebih baik aku mundur daripada harus nunggu
kamu berhasil melupakan “wanita beruntung” itu. Maaf atas
segala luka yang mungkin pernah kugoreskan dihatimu. Dan terimakasih karena
kamu pernah mewarnai langit-langit hatiku meski hanya sejenak. Makasih kamu
pernah menguatkan aku di saat-saat sulitku. Makasih atas semua luka yang kau
beri. Aku udah memaafkanmu dan aku akan mencoba
melupakan kamu. Aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Karena ada orang-orang
hebat disekelilingku yang selalu mendukungku.
Terus
melangkah melupakanmu
Lelah
hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak
mungkin ini tetap bertahan
Perlahan
mimpi terasa mengganggu
Kucoba
untuk terus menjauh
Perlahan
hatiku terbelenggu
Kucoba
untuk lanjutkan itu
Engkau
bukanlah segalaku
Bukan
tempat tuk hentikan langkahku
Usai
sudah semua berlalu
Biar
hujan menghapus jejakmu
Lepaskan
segalanya..
Lepaskan
segalanya..
No comments:
Post a Comment