Sunday, May 22, 2011

Mawar Ketujuh #FF Bultang Edisi GreySan


“ Huft…”
Greys mendengus kesal saat dilihatnya seikat mawar merah dan sebatang cokelat di laci meja kelasnya.
“ Lagi-lagi, Ahsan.” Katanya kesal.
“ Kenapa, Gel?? Pagi-pagi udah ngomel-ngomel.” Kata Pia, teman sebangkunya.
“ Ini nih, si Ahsan, lagi-lagi dia ngirimin coklat sama mawar. Kan lo tau sendiri gue risih banget diginiin.”
“ Hahaha…lo itu aneh, dikasih perhatian malah marah-marah. Ahsan itu bener-bener suka sama lo. Lagian apa sih kurangnya dia?? Cakep iya, pinter iya, baik banget juga.”
“ Kalau dipikir-pikir sih dia emang almost perfect. Cuma gue ga suka aja dia ngasih perhatian yang berlebihan sama gue kayak begini.”
“ Ya mungkin aja dia takut ngomong langsung sama lo, dia takut ditolak mungkin.”
“ Tau deh… bodo amat lah.”
“ Ckckck…. Greys..Greys..”

* * *

Ini sudah kali keenam Ahsan mengirimkan mawar merah kepada Greys. Tapi anehnya saat bertemu dengan Greys, Ahsan hanya diam saja. Seolah tak terjadi apa-apa antara dia dengan Greys. Padahal sejujurnya, walaupun Greys risih dengan perlakuan Ahsan padanya, ia tak bisa memungkiri bahwa perasaannya mulai berubah kepada Ahsan.

Last Chance #FF Bultang HenLy Edition


“ Lily…please maafin aku…” kata Hendra memelas. Tangannya masih erat menggenggam tangan Lily.
            “ Sorry, I can’t. kamu tau kan aku paling ga suka dibohongin, apalagi diselingkuhin. Jadi kali ini aku ga bisa maafin kamu.” Lily berkata dengan nada tinggi, ia pun berusaha untuk melepaskan genggaman Hendra.
            “ Lily..aku mohon kali ini aja, kasih aku kesempatan kedua, give me second chance. Kuakui aku salah dan aku menyesal, Lily. Aku masih sayang sama kamu. Aku pengen kita kaya dulu lagi.”
            “ Bullshit !! Yang namanya cowok kalau udah pernah selingkuh pasti susah buat berubah.”
“ Aku janji aku akan berusaha buat berubah, asal kamu mau kasih aku kesempatan.” Hendra menatap Lily lembut. Lily terdiam sejenak.
Okay, I give you second chance and it’s the last chance.” Kata Lily tegas.
Thanks, dear.. apa yang harus aku lakuin biar kita bisa kaya dulu lagi??” tanya Hendra bersemangat.
“ Ehmm….dua minggu lagi kan kamu ada kejuaraan bulutangkis lagi, nah aku mau kamu menangin pertandingan itu dan tunjukin medali kemenangan kamu ke aku. Dan selama kamu belum bisa bawa medali itu kehadapanku kamu ga boleh nemuin atau hubungin aku. Gimana??” tantang Lily.

Wednesday, May 18, 2011

The Story Of The Butterfly





A man found a cocoon of a butterfly.

One day a small opening appeared.
He sat and watched the butterfly for several hours
as it struggled to squeeze its body through the tiny hole.
Then it stopped, as if it couldn't go further.

Tuesday, May 3, 2011

Five Minutes


            Sudah hampir satu jam aku menunggunya disini, di depan sebuah toko kaset di food court sebuah mall di kota Solo. Aku sedang menunggu seseorang yang sangat ingin kutemui. Namanya Gavin, dia salah satu atlet bulutangkis nasional yang kebetulan berasal dari kota yang sama denganku. Kemarin kami sepakat untuk bertemu ditempat ini jam 13.00 sedangkan sekarang ini jam di ponselku telah menunjukkan angka 13.50. Untungnya aku ga sendirian. Aku menunggu bersama dengan Cheryl, salah satu temanku yang menyukai badminton, sama sepertiku.