![]() |
Add caption |
Judul : KHADIJAH “The True Love Story of Muhammad”
Penulis : Abdul Mun’im Muhammad Umar
Penerjemah
: Ghozi.M.
Penerbit : Penerbit Pena
Cetakan : I, Desember 2006 - VII, Juni 2008
Tebal : x + 363 halaman
Ukuran : 11,5 x 19 cm
Jenis cover
: Hard cover
Khadijah
adalah sosok wanita teladan dalam Islam yang sangat mengagumkan. Walaupun
beliau kaya, cantik, dan terpandang dan bahkan banyak dari kalangan kaum
Quraisy yang berebut hendak meminangnya, namun beliau justru memilih seorang
pemuda sederhana tapi mulia, Rasullulah SAW, sebagai pendampingnya.
Cerita tentang kisah hidup
mereka dimulai dengan latar belakang kondisi masing-masing, Rasulullah sebagai
‘anak angkat’ Abi Thalib pamannya sedangkan Khadijah adalah seorang janda yang
mempunyai kerajaan bisnis besar. Singkat kata, Khadijah mencari orang yang bisa
dipercaya untuk menjalankan misi dagangnya, hingga akhirnya diputuskanlah Rasulullah Al-Amin dimana Khadijah sudah memberi perhatian khusus
kepadanya.
Misi dagang berhasil dan
pembantu yang disertakan dengan Rasulullah menceritakan kepada Khadijah tentang
kebaikan karakter Rasulullah yang semakin membuat Khadijah mantap untuk
menjadikan Rasulullah sebagai pendamping hidup. Maka diutuslah pembantu
Khadijah untuk bertanya kepada Rasulullah tentang rencana Khadijah tersebut.
Rasulullah tahu diri,
dibandingkan Khadijah yang terpandang sebagai perempuan saudagar, Beliau bukan
apa-apa. Tidak ada terpikir dalam diri Rasulullah untuk menikah dengan Khadijah
karena Rasulullah tidak mempunyai banyak hal untuk dijadikan sebagai mahar.
Namun secara prinsip, Rasulullah tidak menolak kemungkinan tersebut karena
Khadijah adalah perempuan mulia yang bisa menjaga dirinya, dermawan dan teguh
memegang moral agama Ibrahim.
Akhirnya, Khadijah sendiri
yang menyatakan keinginan untuk meminang Rasulullah sebagai suaminya. Rasulullah
menerima, maka menikahlah keduanya dalam usia Rasulullah 25 tahun dan Khadijah
40 tahun.
Hari-hari kehidupan Khadijah-Rasulullah
pun berjalan. Rasulullah sebagai kepala rumah tangga sekaligus pemimpin bisnis,
Khadijah sebagai istri yang mendukung suaminya.
Khadijah
adalah manusia pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sekaligus
sebagai orang pertama yang masuk Islam. Beliau berdiri di sisi Rasulullah, sang
suami tercinta, untuk memberikan pembelaan dan bantuan, menolongnya dalam
menghadapi siksaan dan gangguan yang sangat bengis.
Khadijah
menyeru kepada Islam di sisi suaminya dengan sepenuh perkataan dan
perbuatannya. Dan hasil yang pertama dari seruan tersebut adalah masuk Islamnya
bekas budaknya yaitu Zaid. Ujian keras menimpa kaum muslimin dengan bentuk yang
berbeda-beda, sedangkan Khadijah tetap berdiri bersama suaminya, Rasullulah SAW,
dengan kokoh seperti gunung yang tinggi puncaknya. Khadijah selalu bersabar,
dan hanya mengharapkan ridho-Nya. Di saat mendapati ujian, kesabaran dan
keimanannya semakin bertambah.
Buku ini diakhiri dengan
keistimewaaan-keistimewaan Khadijah, dimana Allah sampai memberikan salam
khusus kepadanya yang disampaikan kepada Rasulullah melalui Jibril. Kepada
Aisyah (Istri yang paling disayangi Rasulullah sepeninggal Khadijah), Rasulullah mengatakan bahwa Khadijah tiada tergantikan, sehingga
sering membuat Aisyah cemburu. Khadijah, dengan kelembutan hati dan kesabaran, mendampingi Rasulullah di masa-masa awal
Islam. Tidak hanya sebagai istri dan partner, Khadijah juga memberikan kasih
sayang Ibu mengingat Rasulullah sudah yatim piatu sejak umur 6
tahun
Buku
ini mengetengahkan kisah yang sangat sarat dengan kemuliaan dari generasi
pertama Islam. Buku ini cocok sekali bagi para kaum muslimah yang tengah terombang-ambing
untuk mencari identitas dirinya, atau bahkan, ketika kebanggaan sebagai kaum
muslimah mulai memudar seiring kekaguman muslimah terhadap kehidupan-kehidupan
modern yang berasal dari barat.
Disampaikan
oleh penulis dengan lugas dan jelas serta gaya cerita yang hampir mirip novel,
semakin membuat pembaca tertarik untuk segera menyelesaikan membaca buku ini.
Walaupun buku ini termasuk buku sejarah, akan tetapi penyampaian buku ini jauh
dari kesan monoton. Buku ini sangat cocok untuk koleksi pribadi, dapat pula
dijadikan kado untuk sahabat, terutama bagi wanita agar dapat menambah wawasan
sekaligus bahan acuan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kekurangan
buku ini adalah sampul luarnya yang mudah lepas. Sebetulnya tidak masalah
karena masih ada sampul dalam berupa hard cover. Tapi jika anda menyukai sampul
luarnya yang romantic, sebaiknya anda memberi sampul mika terlebih dahulu agar
tidak mudah lepas. Selain itu di buku tersebut banyak menyebutkan hadist yang
tidak dilengkapi dengan silsilahnya sehingga pembaca tidak tahu apakah hadist tersebut
shahih atau bukan.
Tidak
ada lagi kisah cinta yang paling indah, bukan kisah Romeo dan Juliet, tidak
juga kisah Ayat-ayat Cinta, selain kisah cinta Khadijah dan Muhammad.
Bila
kita mencintai seseorang, ada saat berjumpa, maka pasti juga ada saat berpisah.
Ketika pertama kali berjumpa dengan kekasih, hati kita bahagia karena seseorang
telah memberikan kepercayaan dengan sepenuh hatinya dan berharap agar kita juga
memberikan hal yang sama padanya. Dan ketika datang saatnya
berpisah. Ingatlah, air mata boleh
mengalir, hati boleh bersedih, tapi lisan hanya boleh mengucap apa yang menjadi
ridha Allah.
No comments:
Post a Comment