Friday, September 23, 2011

KHADIJAH “The True Love Story of Muhammad”


Add caption
Judul           : KHADIJAH “The True Love Story of Muhammad”
Penulis         : Abdul Mun’im Muhammad Umar
Penerjemah   : Ghozi.M.
Penerbit       : Penerbit Pena
Cetakan        : I, Desember 2006 - VII, Juni 2008
Tebal           : x + 363 halaman
Ukuran         : 11,5 x 19 cm
Jenis cover : Hard cover

Khadijah adalah sosok wanita teladan dalam Islam yang sangat mengagumkan. Walaupun beliau kaya, cantik, dan terpandang dan bahkan banyak dari kalangan kaum Quraisy yang berebut hendak meminangnya, namun beliau justru memilih seorang pemuda sederhana tapi mulia, Rasullulah SAW, sebagai pendampingnya.
Cerita tentang kisah hidup mereka dimulai dengan latar belakang kondisi masing-masing, Rasulullah sebagai ‘anak angkat’ Abi Thalib pamannya sedangkan Khadijah adalah seorang janda yang mempunyai kerajaan bisnis besar. Singkat kata, Khadijah mencari orang yang bisa dipercaya untuk menjalankan misi dagangnya, hingga akhirnya diputuskanlah Rasulullah Al-Amin dimana Khadijah sudah memberi perhatian khusus kepadanya.
Misi dagang berhasil dan pembantu yang disertakan dengan Rasulullah menceritakan kepada Khadijah tentang kebaikan karakter Rasulullah yang semakin membuat Khadijah mantap untuk menjadikan Rasulullah sebagai pendamping hidup. Maka diutuslah pembantu Khadijah untuk bertanya kepada Rasulullah tentang rencana Khadijah tersebut.
Rasulullah tahu diri, dibandingkan Khadijah yang terpandang sebagai perempuan saudagar, Beliau bukan apa-apa. Tidak ada terpikir dalam diri Rasulullah untuk menikah dengan Khadijah karena Rasulullah tidak mempunyai banyak hal untuk dijadikan sebagai mahar. Namun secara prinsip, Rasulullah tidak menolak kemungkinan tersebut karena Khadijah adalah perempuan mulia yang bisa menjaga dirinya, dermawan dan teguh memegang moral agama Ibrahim.
Akhirnya, Khadijah sendiri yang menyatakan keinginan untuk meminang Rasulullah sebagai suaminya. Rasulullah menerima, maka menikahlah keduanya dalam usia Rasulullah 25 tahun dan Khadijah 40 tahun.
Hari-hari kehidupan Khadijah-Rasulullah pun berjalan. Rasulullah sebagai kepala rumah tangga sekaligus pemimpin bisnis, Khadijah sebagai istri yang mendukung suaminya.
Khadijah adalah manusia pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sekaligus sebagai orang pertama yang masuk Islam. Beliau berdiri di sisi Rasulullah, sang suami tercinta, untuk memberikan pembelaan dan bantuan, menolongnya dalam menghadapi siksaan dan gangguan yang sangat bengis.
Khadijah menyeru kepada Islam di sisi suaminya dengan sepenuh perkataan dan perbuatannya. Dan hasil yang pertama dari seruan tersebut adalah masuk Islamnya bekas budaknya yaitu Zaid. Ujian keras menimpa kaum muslimin dengan bentuk yang berbeda-beda, sedangkan Khadijah tetap berdiri bersama suaminya, Rasullulah SAW, dengan kokoh seperti gunung yang tinggi puncaknya. Khadijah selalu bersabar, dan hanya mengharapkan ridho-Nya. Di saat mendapati ujian, kesabaran dan keimanannya semakin bertambah.
Buku ini diakhiri dengan keistimewaaan-keistimewaan Khadijah, dimana Allah sampai memberikan salam khusus kepadanya yang disampaikan kepada Rasulullah melalui Jibril. Kepada Aisyah (Istri yang paling disayangi Rasulullah sepeninggal Khadijah), Rasulullah mengatakan bahwa Khadijah tiada tergantikan, sehingga sering membuat Aisyah cemburu. Khadijah, dengan kelembutan hati dan kesabaran, mendampingi Rasulullah di masa-masa awal Islam. Tidak hanya sebagai istri dan partner, Khadijah juga memberikan kasih sayang Ibu mengingat Rasulullah sudah yatim piatu sejak umur 6 tahun
Buku ini mengetengahkan kisah yang sangat sarat dengan kemuliaan dari generasi pertama Islam. Buku ini cocok sekali bagi para kaum muslimah yang tengah terombang-ambing untuk mencari identitas dirinya, atau bahkan, ketika kebanggaan sebagai kaum muslimah mulai memudar seiring kekaguman muslimah terhadap kehidupan-kehidupan modern yang berasal dari barat.
Disampaikan oleh penulis dengan lugas dan jelas serta gaya cerita yang hampir mirip novel, semakin membuat pembaca tertarik untuk segera menyelesaikan membaca buku ini. Walaupun buku ini termasuk buku sejarah, akan tetapi penyampaian buku ini jauh dari kesan monoton. Buku ini sangat cocok untuk koleksi pribadi, dapat pula dijadikan kado untuk sahabat, terutama bagi wanita agar dapat menambah wawasan sekaligus bahan acuan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kekurangan buku ini adalah sampul luarnya yang mudah lepas. Sebetulnya tidak masalah karena masih ada sampul dalam berupa hard cover. Tapi jika anda menyukai sampul luarnya yang romantic, sebaiknya anda memberi sampul mika terlebih dahulu agar tidak mudah lepas. Selain itu di buku tersebut banyak menyebutkan hadist yang tidak dilengkapi dengan silsilahnya sehingga pembaca tidak tahu apakah hadist tersebut shahih atau bukan.
Tidak ada lagi kisah cinta yang paling indah, bukan kisah Romeo dan Juliet, tidak juga kisah Ayat-ayat Cinta, selain kisah cinta Khadijah dan Muhammad.
Bila kita mencintai seseorang, ada saat berjumpa, maka pasti juga ada saat berpisah. Ketika pertama kali berjumpa dengan kekasih, hati kita bahagia karena seseorang telah memberikan kepercayaan dengan sepenuh hatinya dan berharap agar kita juga memberikan hal yang sama padanya. Dan ketika datang saatnya berpisah. Ingatlah, air mata boleh mengalir, hati boleh bersedih, tapi lisan hanya boleh mengucap apa yang menjadi ridha Allah.

No comments:

Post a Comment